Masih Melekatnya Jiwa Muda
Dikala usianya yang sudah tua tak membuatnya mengeluh, segala yang dilakukannya sejak dulu tak berubah. Usia bukan menjadi alasannya. Kaki yang mulai lemah untuk dibawa beribadah namun semangat selalu membara pada dirinya, tangan yang bergetar masih Ia gunakan untuk membuatkan hidangan sedap.
Dini hari, setiap hari, kulihat ia mendekatkan diri kepada yang maha kuasa dan mengadukan keluh kesahnya, memanjatkan permohonan yang sama setiap harinya untuk suami tercinta yang sangat Ia rindukan. Tak lupa denganku yang tidur di ruang yang sama, ia bangunkan untuk beribadah.
Meneguk segelas susu hangat selalu menjadi pilihannya untuk mengawali hari agar terasa lebih bersemangat. Bersegera membasuh badan disaat seisi rumah masih tertidur pulas. Bersiap pergi dan memakai sepatu untuk menjaga kebugaran tubuhnya berjalan ke lapangan dekat rumah. Menjadi instruktur senam adalah hal yang beliau lakukan secara rutin hampir setiap hari agar tubuhnya tetap terjaga dari penyakit usia lanjut.
Bertemu teman-teman sesama lanjut usia merupakan hal yang dapat membuatnya memiliki perasaan bahagia. Beliau berkata bahwa memiliki teman banyak merupakan hal yang membuatnya menikmati hidup setelah kehilangan pasangan hidup beberapa tahun yang lalu. Dikala kesepian sudah menjadi temannya akrabnya, selalu ada cara untuk melepaskan kesedihan dan tetap menunjukkan candanya.
Ia, wanita perkasa yang sudah menjadi teman kecilku sekaligus malaikat penjagaku dikala orangtuaku mencari nafkah. Adalah wanita kukagumi dengan semangatnya menjalani hari. Kuingat ketika aku kecil dulu, kalau Ayah memarahiku, nenek selalu meringis tidak tega melihat aku diberi pelajaran. Ia selalu membelaku walaupun aku yang bersalah dan malah membentak Ayah. Kuingat ketika aku kecil dulu, ketika aku terjatuh di depan rumah, tanganku terjepit pintu pasti ia selalu menjadi orang pertama yang menghampiriku dengan wajah yang khawatir berat seakan aku mau mati. Kuingat ketika aku kecil dulu, ketika aku bermain terlalu jauh dari rumah sampai lupa waktu, ia yang akan mencariku ke seluruh komplek dan menanyakan keberadaanku ke tetangga-tetangga.
Sifatnya yang ceria dan suka bercanda membuat seisi rumah hidup setiap harinya. Nenek tercinta yang menjadi pendorongku untuk menjalani hari dengan semangat. Terkadang aku malu betapa lemahnya aku dibandingkan dengan nenekku yang sudah menginjak usia rapuh namun selalu menjalani hari dengan baik dan selalu bermanfaat bagi orang lain.
Dedicated to my Grandmom who also my roomate for her birthday on October 11st :) <3
Komentar
Posting Komentar