Penampilan Teater Bertajuk Pesta Maling







Selasa (24/05/16) – Diadakan sebuah pentas teater oleh sebuah kelompok seni profesional bernama Tjelah Teater betempat di Teater Besar Taman Ismail Marzuki yang bertajuk Pesta Maling. Tjelah Teater adalah sebuah kelompok seni profesional yang pemainnya banyak terlibat dalam pementasan teater baik di dalam maupun di luar negri



Penampilan tersebut diproduksi oleh James Ibrahim dan disutradarai oleh Bambang Iswoto atau bisa dipanggil Bis. Ia mulai masuk ke dunia teater sejak tahun 1971 dengan mengikuti sebuah acara Perkemahan Kamu Urakan di Pantai Parang Tritis Jogjakarta yang digagas dan diorganisir oleh WS Rendra. Sejak itu Ia memulai hobinya di dunia teater dan seni, seperti menulis juga Ia tekuni. Ia juga pernah bekeliling Indonesia untuk menampilkan drama topeng.









Pada awalnya pertunjukan tersebut tidak dinamakan Pesta Maling melainkan Pesta Pencuri, karena hasil refisi dan pemikiran yang lebih dalam dipilihlah tajuk Pesta Maling. Menurut Bambang Iswono atau Bis, tentang tajuk akhir tersebut , Ia merasa lebih merakyat dibandingkan dengan tajuk yang pertama.



Cerita Pesta Maling



Pentas teater yang bertajuk Pesta Maling ini diadaptasi dan disetting wajah Indonesia masa kini yang sedang banyak terjadi korupsi dari naskah drama karya Sastrawan Perancis yang bernama jean Anouillh dengan latar belakang kehidupan di Eropa pada tahun 1880. Cerita ini juga bisa dianggap sebagai tanggapan dari banyaknya operasi penangkapan yang dlakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).



Cerita berawal dari semua pemain yang muncul pada tempat kejadian pertama seperti sebuah pesta dansa yang dihadiri oleh pejabat-pejabat negara pada cerita ini. Juga Mc yang turut hadir membukakan acara pentas teater tersebut. Terdapat sebuah kelompok pencuri yang mengikuti pesta dansa itu juga, namun menyamar sebagai anggota parlemen dan ketua komisi. Tidak ada yang tahu identitas mereka saat itu, bahkan polisi.



Kawanan pencuri tersebut lalu diundang oleh keluarga pejabat untuk berkunjung ke rumahnya dan bermalam sekeluarga. Dengan kesempatan-kesempatan seperti itulah si kelompok pencuri tersebut menjalankan aksinya. Mereka menipu dan diam-diam mengambil barang berharga milik keluarga pejabar tersebut lalu pergi membawa pergi kabur dengan barang-barang berharga. Namun, pada akhirnya identitas mereka terbongkar oleh pejabat yang mengundangnya tersebut dan ditangkap.



Para Tokoh Partisipan



Budi Klontonk yang menjadi asisten sutradara telah menekuni seni teater sejak tahun 1979 hingga saat ini. Berawal dari pemain teater, Penata Artistik, hingga Sutradara telah ia jalani. Bambang Iswanto menyebut dirinya orang sakti.



Tokoh utama dalam teater ini adalah seorang pencuri yang menyamar menjadi anggota parlemen yang disegani bernama Bono, peran tersebut dipegang oleh Awan Sanwani. Juga bersama dua orang ajudannya yang bernama Saiful Jamal yang diperankan oleh Eldraba juga Bagus yang diperankan oleh Lucky Moniaga. Ketiganya pandai dalam memegang peran sebagai pencuri yang lihai dalam menyamar sekaligus menjadi tokoh utama.



Lalu ada keluarga pejabat dalam cerita tersebut, oleh Edo yang diperankan oleh Bobby Kardi yang, istrinya yang dipanggil Tante Miranda dalam cerita itu diperankan oleh Ani Surestu juga kedua anaknya yang bernama Eva yang perannya dipegang oleh Eka Kartika Halim dan Julia yang dipegang perannya oleh Regina Gandes. Edo memiliki karakter yang unik sekaligus menjadi pencair suasana teater. Tante Miranda juga tidak jarang mebuat penonton tertawa dengan dirinya yang banyak mau. Sedangkan anak-anaknya merupakan gadis-gadis yang lucu dan cantik.



Dalam cerita juga ada seorang ayah dan anak yang selalu di salahkan dan enggani oleh Tante Miranda, padahal mereka adalah pemeran tokoh protagonist dan ingin membantu keluarga Tante Miranda. Bambang Petet yang berperan sebagai ayah dan Banyu Alam sebagai Didi anaknya.








Apa Pendapat Penonton?



Ada seorang artis lokal terkenal yang ikut hadir ke acara pentas seni teater ini. Ia bernama Ridwan Kamil, adik dari seorang aktris cantik bernama Zaskia Adya Mecca. Kamil mengatakan bahawa Ia menyukai teater yang telah ditampilkan. Namun, menurutnya agak sedikit lama di bagian tengah, banyak adegan yang seharusnya bisa dibuat lebih singkat, namun dibuat menjadi lama.

Ia juga bilang bahwa dari pemainnya sudah bagus, aktingnya sudah oke, ada beberapa pemain yang menonjol dan terlihat sangat bagus. Edo merupakan tokoh yang paling Ia sukai, selain karakternya yang unik, Edo juga berbeda dari tokoh yang lain. Untuk musik juga menurut Kamil sudah oke.



Menurut seorang pengamat seni, teater seni tersebut untuk orang awam mungkin sudah cukup. Namun, dari segi artistik yaitu lighting dan set membuat mata lelah serta tata tempat kurang baik. Untuk para pemainnya sudah cukup bagus, begitu juga dengan ceritanya. (Balqis Nur Handayani, PB2F)

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Apa itu Tajuk Rencana, Pojok, dan Karikatur?

Kekhasan Dua Varietas Umum Kopi

Masih Melekatnya Jiwa Muda