Terang Ramai Gelap Sepi
Sisa-sisa langit surya mewarnai petang disertai hawa gelap malam perlahan muncul, tiba waktunya manusia menyelesaikan pekerjaannya dan bergegas pulang untuk beristirahat. Seluruh pedagang di pasar tradisional Cibubur hendak menutup tokonya. Bukan pasar yang kumuh, tanpa bau pasar-pasar pada umumnya, namun bukan pula pasar modern. Sebuah bangunan seperti gedung tua yang tetap hidup masih kokoh untuk digunakan masyarakat sekitar untuk melakukan transaksi jual beli.
Kuberjalan sedikit mendaki memasuki wilayah pasar, terlihat di kanan kiri masih ada pedagang yang tersisa menjual dagangannya menunggu ada pengunjung menghampiri untuk membeli dagangannya. Lahan yang cukup luas di depan bangunan tersebut mulai sepi pedagang juga kendaraan parkir. Plastik penutup mulai direntangkan di atas barang dagangan, suara pintu-pintu besi yang ditarik dari sebelah atas toko terdengar dari berbagai celah koridor tanda para pedagang hendak meninggalkan tokonya.
Setiap hari, pasar ini tidak pernah kehabisan pengunjung. Mulai dari makanan, hingga pakaian terdapat di pasar ini. Orang sekitar pasar ini masih banyak yang memilih untuk membeli keperluan di sini, bahkan diriku sendiri juga pernah membeli beberapa peralatan beribadah di sini.
Kudapati seorang wanita paruh baya menyudahi aktivitasnya yang sudah ia lakukan sejak pukul 10 pagi, membantu kakaknya menjaga toko. Dengan rasa lelah yang menumpuk dirinya, ia membersihkan tokonya, menyapu dan melipat seragam sekolah dagangannya. Begitu juga dengan seorang bapak berusia lanjut yang sedang menyimpan sepatu dagangannya.
Perlahan, satu per satu, para pedagang mulai berkeluaran. Bergegas ke luar, karena pintu-pintu gedung mulai ditutup. Sampai pedagang terakhir menuju luar, terlihat kosongnya bangunan pasar Cibubur. Hingga akhirnya pintu pun di tutup. Berada di luar gedung masih terdapat beberapa pedagang kaki lima.
Komentar
Posting Komentar